Tempat Wisata Indonesia yang Wajib dikunjungi salah satunya di Yogyakarta


Yogyakarta atau sering disebut Jogja merupakan daerah istimewa atau Kota Pelajar, yang menjadi destinasi wisata terfavorit di Indonesia setelah Bali. Yang terletak di Pulau Jawa Tengah dengan luas wilayah 32,5 km² dan jumlah penduduk kurang lebih 422.732 jiwa ini merupakan kota yang sering di kunjungi bagi pelajar-pelajar luar kota maupun bagi wisatawan yang ingin berkunjung dan berlibur.

Selain terkenal dengan sebutan kota Pelajar, Yogyakarta juga terkenal dengan tempat wisata yang terpopuler dan tempat pusat oleh-oleh dengan harga yang murah. Dan bagi Anda yang ingin berliburan ke Yogyakarta dengan keluarga maupun teman, jangan risau mau berlibur ke tempat objek wista mana yang ingin di kunjungi, sebab saya akan merekomendasikan tempat objek wisata yang wajib anda kunjungi sebagai berikut

  • JALAN MALIOBORO


Jalan Malioboro menjadi salah satu objek wisata Jogja yang sering di kunjungi bagi wisatawan, di karenakan menjadi salah satu objek wisata, Jalan Malioboro menyajikan berbagai pusat oleh-oleh seperti aksesoris maupun kuliner khas Kota Yogyakarta. 


Selain menyajikan pusat oleh-oleh, Malioboro juga menampilkan sisi keindahannya pada waktu malam hari, jadi saat Anda ingin berkunjung ke Malioboro berkunjung lah pada malam hari sebab Anda akan di perlihatkan keindahan dan keramaian tempat wisata ini yang di germelapi lampu sepanjang sisi jalan Malioboro. Jadi bagi anda yang sedang berlibur di Yogyakarta, berkunjung lah ke tempat wisata ini.

  • TUGU JOGJA




Salah satu Ikonik objek wisata jogja yang sangat populer dan menjadi tempat wisata favorit, Tugu Jogja yang di dirikan pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamangku Buwono I, pendiri keraton Yogyakarta. Merupakan tugu yang menjadi ciri khas nya kota Jogja dengan nilai sejarah yang penting bagi masyarakat Yogyakarta. Tidak asing jika anda sedang berlibur tidak mengenali Tugu Jogja, tempat wisata ini sangatlah terkenal di berbagai mancanegara. 


Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Awalnya, tugu ini mempunyai nama Tugu Golong Giling. Namun, sekarang lebih dikenal juga dengan Tugu Pal Putih, karena warna cat yang digunakan sejak dulu adalah warna putih.Selain menjadi ikon Kota Jogja, Tugu Pal Putih ini juga menjadi saksi bisu berkembangnya Kota Gudeg sejak 3 abad lalu. 


Letak Tugu Jogja sendiri memiliki nilai simbolis karena berada dalam satu garis lurus atau garis imajiner yang menghubungkan antara Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi.       

  • KERATON YOGYAKARTA 



Selain Tugu Jogja. Keraton Yogyakarta juga menjadi Ikonik yang sangat populer, yang memiliki sejarah penting bagi masyarakat Kota Jogja. Berdi pada tahun 1755 sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti, Keraton Yogayakarta merupakan istana resmi Kesultanan, dengan luas 14.000 meter persegi. Didalamnya terdapat banyak bangunan-bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya serta abdi dalem kraton.



Selain Keraton Yogyakarta, di sebelah  Di utara terdapat alun-alun utara dan di selatan terdapat alun-alun selatan serta sekitar 10 menit dari kawasan Jalan Malioboro. Dan jika anda berkunjung ke tempat wisata ini anda akan melihat bangunan yang megah dan interior-interior yang memiliki sejarah tersendiri, selain menjadi tempat wisata di sini anda akan belajar sejarah bedirinya Keraton Yogyakarta. 


  • TAMAN SARI         




Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki banyak peninggalan bersejarah yang kini menjadi obyek wisata. Salah satu kompleks Taman Sari yang lokasinya tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. 
Ikon yang terkenal dari Taman Sari adalah kolam air. Ternyata, kolam air tersebut memiliki sejarah yang berkaitan dengan Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I, yang merupakan pendiri Keraton Yogyakarta. Selain kolam air dahulunya Taman Sari di gunakan sebagai lokasi pertahanan. Sebab, area Taman Sari juga dilengkapi dengan lorong-lorong bawah tanah, dapur, dan berbagai bangunan lainnya. 

Dulunya, sumber air yang mengairi kompleks Taman Sari diambil dari Sungai Winongo, yang mengalir di sebelah barat Taman Sari. Taman Sari juga terdapat bangunan-bangunan yang di bangun di dalam yang kini kta ketahui bangunan tersebut kini di jadikan spot foto maupun spot preweeding, berikut bangunan-bangunan yang terdapat di dalam Taman Sari seperti berikut 

a. Gerbang Kenari 


Gerbang Kenari merupakan gerbang bagian belakang dari kompleks Taman Sari. Namun, gerbang utama yang berletak di sisi barat telah rusak yang kini menjadi perkampungan penduduk, maka Gerbang Kenari dipakai sebagai pintu masuk ke dalam kompleks Taman Sari bagi wisatawan. 

b. Gerbang Kenari 


Gapura Panggung ini memiliki panggung yang merupakan lantai atas gapura. Lantai atas atau panggung ini dapat dicapai melalui empat buah tangga yang berada di sisi timur, utara, dan selatan bangunan. 

c. Gedong Sekawan 



Jika wisatawan telah melewati Gapura Panggung, wisatawan akan sampai di halaman yang berbentuk segi delapan yang dikelilingi tembok.  Di dalam halaman tersebut, terdiri empat buah bangunan yang disebut Gedong Sekawan, sesuai dengan jumlahnya yaitu empat buah. Keempat bangunan itu berbentuk persegi panjang dan beratap limasan. Dan anda dapat mengambil foto dengan spot yang terdiri dari 4 bangunan tersebut.

d. Kolam Umbul Winangun 



Taman Sari juga mempunyai sebuah kolam yang bernama Kolam Umbul Winangun, kolam tersebut dahulunya tempat pemandian khusus untuk para Sultan maupun Putri dahulunya. Kolam Umbul Winangun merupakan bangunan yang dilengkapi dengan tiga kolam pemandian serta dikelilingi tembok dan gapura pada sisi timur dan barat. Selain menjadi tempat wisata kolam ini juga sering juga menjadi spot foto preweeding. 

e. Sumur Gemuling



Bangunan ini hanya berlantai 2 yang hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air saja. Sumur Gumuling pada masanya juga difungsikankan sebagai Masjid. Di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding yang konon digunakan sebagai mihrab, tempat imam memimpin salat. Di bagian tengah bangunan yang terbuka, terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang tersebut terdapat satu jenjang lagi yang menuju lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang konon digunakan untuk berwudu.

  • BENTENG VREDEBURG

 
Jika Anda sedang melintasi Jalan Malioboro disini anda akan berjumpa sebuah museum, yaitu Benteng Vedeburg. Benteng yang di bangun pada tahun 1760 yang di utus langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono 1 dan pemerintah pihak Belanda yang di pimpin oleh Nicholaas Harting yang menjabat sebagai Gubernur Direktur Pantai Utara Jawa. 

Benten Vedeburg di bangun pertama kalinya hanya diwujudkan dengan bentuk sederhana dengan tembok yang hanya berbahankan tanah, tiang-tiang yang terbuat dari batang pohon kelapa dan aren, dengan atap ilalang. Bangunan ini di bangun dengan betuk bujur sangkar serta keempat ujungnya dibangun selaka atau bastion. Keempat sudut ini diberi nama oleh Sri Sultan Hamangku Buono IV, yaitu Jaya Wisesa (sudut barat laut), Jaya Purusa (sudut timur laut), Jaya Prakosaningprang (sudut barat daya), dan Jaya Prayitna (sudut tenggara).


Kini Benteng Vedeburg telah menjadi tempat wisata bagi pengunjung, selain menjadi tempat wisata di Monumen ini terdapat museum di dalamnya. Jadi jika anda mengunjungi ke tempat wisata ini anda tidak hanya melihat interior-interior bagian luarnya saja tapi anda juga dapat mempelajari bagaimana sejarah Benteng Vedeburg ini di bangun, jika anda memsuki museum yang terdapat di dalam Benteng Vedeburg. 

Untuk harga tiket masuk benteng ini yaitu Rp.3.000,-/orang dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 07.30-16.00 WIB.


  • CANDI PRAMBANAN
    


Candi Prambanan yang di bangun pada abad pertengahan sekitar abad ke-9 dan dibangun oleh seorang raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu raja Balitung Maha Sambu, dan merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia. Pembangunan Candi Prambanan ini didasrkan pada isi prasasti Syiwagrha, prasasti berumur pada tahun 778 saka (856 masehi) ini dibuat pada periode kepemimpinan Rakai Pikatan yang memerintah pada masa Mataram kuno pada tahun 840-856 Masehi. Prasasti Syiwagrha yang di temukan di sekitaran Candi Prambanan yang saat ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta.
Menurut isi prasasti Syiwargha, pembangunan Candi Prambanan ditujukan untuk memuliakan Dewa Syiwa. Dan kompleks Candi Prambanan ini dikenal juga dengan nama Syiwargha yang artinya Rumah Syiwa dan Syiwalaya yang artinya Ranah Siwa atau Alam Siwa. Dan hingga saat ini Candi Prambanan masih tetap kokoh walaupun sebagian bangunanya sudah ada sedikit hancur. Pada tahun 1991, Candi Prambanan mendapatkan predikat sebagai Warisan Budaya Dunia yang diberi nama Prambanan Tample Compounds predikat tersebut diberikan langsng oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).



Candi yang terletak di Jawa Tengah berlokasi di Jl. Raya Solo - Daerah Istimewa Yogyakarta ini, menyimpan niai-niai bersejarah yang kini menjadi salah satu Objek Wisata bagi masyarakat setempat maupun bagi wisatawan mancanegara yang sering di kunjungi. Selain itu, Candi Prambanan menyiapkan Tour Guide bagi anda yang ingin sangat jelas mengetehaui sejarah candi tersebut.
Jadi bagi wisatawan yang ingin berliburan bersama keluarga, berkunjunglah ke Candi Prambanan tempat wisata ini sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga, harga tiket untuk memasuki tempat wisata Candi Prambanan per-orang seharga Rp48.000 untuk WNI dan Rp.348.000 untuk WNA.


  • CANDI BOROBUDUR


Selain Candi Prambanan, Candi Borobudur juga merupakan tempat destinasi wisata yang sering di kunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang terletak di desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi yang di bangun, sama halnya dengan candi Prambanan, candi Borobudur di bangun pada abad ke-8 dan ke-9 masehi pada saat kepemimpinan Dinasti Syaleindra seorang penganut agama Buddha Mahayana.


Menurut sejarawan Candi Borobudur pada masa itu menjadi monumen agama, sebagai tempat kontemplasi yang juga menggambarkan perjalanan sang Buddha, sekaligus menjadi simbol hubungan antara raja dan rakyatnya. 
Candi Borobudur dibangun menggunakan dua juta batu andesit yang berasal dari sungai di sekitar wilayah candi, dengan susunan bangunan Candi terdiri dari sembilan teras berundak dan sebuah stupa induk di puncaknya. Sembilan teras itu terdiri dari enam teras berdenah persegi dan tiga teras berdenah lingkaran. Dan terdapat arca-arca di dalam Candi tersebut seperti, arca Penjaga Candi, arca  Penjaga Arah Mata Angin dan arca Penjaga Situs.
  • arca Penjaga Candi, arca Mahakla dan arca Nandiswara, arca yang tidak selalu dipahatkan di setiap bangunan candi Hindu.
  • arca Penjaga Mata Angin, arca Kala Marka dan arca Lokapola, arca yang selalu diletakkan pada ambang atas dan di kanan kiri pipi pintu masuk candi.
  • arca Penjaga Situs, arca Singa dan arca Dwarapala, arca yang kadang-kadang diwujudkan dalam bentuk araca dwarapala yang berfungsi sebagai penjaga situs.
Dari 3 arca tersebut tidak semua diletakan di semua tempat, kini dari 3 arca tersebut sebagian tidak ada yang utuh. Namun tidak mempengaruhi bagi wisatawan yang ingin berwisata ke Candi Borobudur sebab candi ini selalu menampilkan sisi keindahannya.
untuk tarif memasuki Candi Borobudur dimulai dari Rp50.000 (untuk usia 10 tahun ke atas) dan Rp25.000 (untuk usia 3-10 tahun), dan untuk rombongan pelajar/mahsiswa dikenakan tarif Rp20.000 ntuk per-orangan.  

Komentar